Rabu, 04 Februari 2015

Perikanan dan kelautan

Pacitan-Serdang Bedagai Galang Kerjasama Bidang Kelautan dan Perikanan 

 
Seperti diketahui, Pacitan memiliki garis pantai yang luas, sehingga potensi perikanan dan kelautan menjadi sektor pembangunan potensial. Begitu juga halnya dengan Sergai, yang merupakan kota di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kaya akan potensi pertanian, kelautan dan perikanannya,
Kerjasama dua daerah ini ditandai dengan kunjungan kerja yang dilakukan Pemkab Pacitan ke Sergai yang diterima langsung oleh Bupati Sergai, Soekirman didampingi Sekda Haris Fadillah, beserta jajaran pejabat Pemkab Sergai, di aula Theme Park Pantai Cermin, Ahad (2/11/2014).
Dalam sambutannya, Bupati Indartato menyampaikan bahwa tujuan pelaksanaan study banding ini untuk mempelajari pengelolaan khususnya bidang-bidang potensial di Sergai diantaranya bidang perikanan dan kelautannya, pertanian, pariwisata dan UMKM.
“Persamaan potensi yang dimiliki Kabupaten Pacitan dengan potensi yang ada di Kabupaten Sergai di bidang perikanan laut. Pacitan memiliki garis pantai sepanjang 70,71 kilometer dengan wilayah laut seluas 524 kilometer persegi. Tentu saja, kondisi itu memiliki potensi cukup besar dalam bidang perikanan. Sehingga, kekayaan alam itu merupakan peluang sekaligus tantangan Pemkab untuk memanfaatkan sumberdaya alam laut secara optimal,” ungkapnya dilansir dari Matatelinga.com.
Akan tetapi, Indartato menyampaikan bahwa pemanfaatannya dan pengelolaannya belum maksimal dengan keterbatasan sumber daya manusia (SDM), sarana prasarana, penguasaan teknologi, permodalan maupun akses pasar.
“Maka dari itu, pengelolaan sumberdaya laut memerlukan beberapa strategi, sehingga berharap banyak hal positif yang kita dapatkan dalam kunjungan ke daerah ini serta ditindaklanjuti dan memberikan motivasi demi kemajuan pembangunan Kabupaten Pacitan,” imbuhnya.
Sementara, Bupati Soekirman menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kunjungan khusus Bupati Pacitan beserta jajarannya di Kabupaten Sergai.  Dikatakan Soekirman, Kabupaten Sergai memiliki sektor andalan diantaranya bidang pertanian, perikanan dan pariwisata, semua potensi tersebut menunjang.
“Pemkab Tanah Bertuah Negeri Beradat sangat terbuka untuk bekerjasama dengan Kabupaten Pacitan, dan diharapkan melalui kunjungan ini kedua kabupaten bisa bertukar informasi terkait dengan pembangunan daerah,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Indartato yang didampingi Sekda Suko Wiyono berkesempatan melihat langsung lokasi pengembangan usaha budidaya ikan kerapu di Desa Pantai Cermin Kiri dan usaha pembibitan jambu madu dan kelapa muda di Desa Kota Pari di Kecamatan Pantai Cermin. (RAPP002)

 

Perindustrian

A. Kekuatan Sektor Perindustrian Kab. Pacitan

     Salah satu kabupaten yang memiliki potensi sumber daya Industri yang cukup besar, khususnya sektor Industri Kecil dan Menengah (UMKM) (Data Dinas Koperindag Th. 2012); UMKMB sebanyak 10.433 unit dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 24.148)

B. Kelemahan Sektor Perindustrian Kab. Pacitan


  1. Kesadaran Pelaku Industri Kecil tentang pentingnya Legalitas Usaha Kurang (perizinan, HAKI)
  2. Database pemerintah tentang UMKM belum akurat sehingga sulit melaksanakan pemantauan,                  bimbingan dan evaluasi
  3. Perizinan industri masih dirasa lama dan berbelit-belit
C. Kelemahan IKM di Kab. Pacitan
  1. Kelemahan dalam mengakses pasar. Hal ini karena mereka rata-rata kurang memiliki informasi yang lengkap dan rinci, terkait pasar mana saja yang bisa ditembus oleh produk yang dihasilkan
  2. Kelemahan dalam akses teknologi
  3. Kelemahan dalam akses modal. Banyak bank berhamburan dana namun kurang melirik UKM
  4. Kelemahan dalam manajemen keuangan. Kalangan UKM rata-rata tidak memiliki pola manajemen keuangan yang rapi. sehingga kadang sulit membedakan antara keuangan perusahaan dan keuangan rumah tangga.
  5. Kelemahan SDM. Peran pemerintah, perguruan tinggi atau lembaga sosial yang lain hendaknya bisa ikut berperan meningkatkan SDM yang mendukung UKM.
D. Manfaat Memiliki Izin:
     Bagi Pengusaha
  1. Menjamin kepastian hukum bagi perajin/ pengusaha Industri
  2. Melindungi hak cipta pengusaha
  3. Lebih tenang dan nyaman dalam menjalankan usaha
     Bagi Pemerintah
  1. Sarana monitoring dan evaluasi
  2. Untuk menghitung laju pertumbuhan ekonomi
  3. Pedoman dalam menyusun program pemerintah dalam rangka menumbuhkan iklim investasi yang kondusif
  4. pedoman dalam mengembangkan sektor industri secara luas
PERIZINAN Usaha Industri Kecil dan Menengah telah diatur melalui Peraturan Menteri Perindustrian R.I Nomor 41/M-IND/PER/6/2008 tanggal 25 Juni Tahun 2008 tentang Ketentuan Dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri, Izin Perluasan Dan Tanda Daftar Industri
Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian R.I Nomor 41/M-IND/PER/6/2008 yang dimaksud:
  • Industri Kecil ialah usaha dengan investasi sampai dengan Rp200 juta tidka termasuk nilai tanah dan bangunannya.
  • Industri Menengah ialah usaha industri dengan investasi antara Rp200 juta sampai Rp10 milyar tidak termasuk nilai tanah dan bangunan
JENIS-JENIS IZIN INDUSTRI
  1. Tanda Daftar Industri (Investasi <_ 200 juta)
  2. Izin Usaha Industri (Investasi > 200 juta)
  3. Izin Perluasan Industri
  4. Sertifikat PIRT

PERSYARATAN TDI/IUI
  • Mengisi formulir permohonan dan surat pernyataan
  • Fc. KTP/ identitas yang berlaku
  • Fc. NPWP (jika tidak ada mengisi surat pernyataan kesanggupan)
  • Fc. Akta Pendirian dan Pengesahannya (bagi yang ber Badan Hukum)
  • Fc. Izin Gangguan
  • Dokumen lain yang dipersyaratkan berdasarkan peraturan perundang-undangan bagi industri tertentu
Sertifikat PIRT (Produsen Industri Rumah Tangga Laik Sehat)
  • Mengisi formulir permohonan
  • Fc. KTP / Identitas lain yang masih berlaku (penanggung jawab)
  • Fc. SIUP, TDP, TDI
  • Data Sarana Perusahaan
  • Data Produk Pangan
  • Contoh Hasil Produk
  • Contoh Label dan Kemasan
  • Denah Ruang Produksi
Kewenangan pemberian izin dilimpahkan kepada Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) berdasarkan Peraturan Bupati Kabupaten Pacitan Nomor 7 Tahun 2007
PELAYANAN TERPADU SATU PINTU
Kegiatan penyelenggaraan perizinan dan non Perizinan yang proses pengelolaannya mulai dari tahap permohonan sampai ke tahap terbitnya dokumen dilakukan dalam satu tempat.
KEWAJIBAN PEMEGANG TDI DAN IUI
Wajib menyampaikan INFORMASI INDUSTRI kepada Bupati setiap tahun selambat-lambatnya tanggal 31 Januari pada tahun berikutnya dengan menggunakan Formulir Model Pdf. III-IK
Sumber: Dinas Koperindag Kab. Pacitan

Pertanian

STRATEGI PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN PACITAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANALISIS TIPOLOGI KLASSEN
Oleh :
Indro Susanto
RINGKASAN Sektor pertanian merupakan sektor perekonomian yang memberikan kontribusi terbesar di Kabupaten Pacitan. Namun, kontribusi sektor pertanian tersebut semakin menurun setiap tahunnya. Selain itu, sektor pertanian memiliki laju pertumbuhan yang paling lambat dibandingkan dengan sektor perekonomian lainnya. Kedua hal ini yang menyebabkan sektor pertanian di Kabupaten Pacitan menjadi kurang mengalami kemajuan dibandingkan sektor perekonomian yang lain. Oleh karena itu, untuk meningkatkan eksistensi dan peranan sektor pertanian di Kabupaten Pacitan perlu diantisipasi adanya perubahan-perubahan yang terjadi. Di samping itu, perlu adanya strategi pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Pacitan, baik untuk jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang. Untuk itu, perlu adanya penelitian tentang strategi pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Pacitan dengan pendekatan Tipologi Klassen. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui klasifikasi sektor pertanian dan sektor perekonomian lainnya di Kabupaten Pacitan, mengetahui klasifikasi sub sektor pertanian di Kabupaten Pacitan, serta mengetahui strategi pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Pacitan. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Daerah penelitian diambil secara sengaja (purposive), yaitu Kabupaten Pacitan. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pacitan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pacitan, dan Dinas Pertanian Kabupaten Pacitan. Data yang digunakan berupa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Pacitan 2003-2007 Atas Dasar Harga Konstan 2000, Pacitan dalam Angka 2008, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jawa Timur 2003-2007 Atas Dasar Harga Konstan 2000, Profil Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Pacitan 2008, Profil Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Pacitan 2009, dan Profil Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pacitan 2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi sektor pertanian dan sektor perekonomian lainnya di Kabupaten Pacitan berdasarkan Tipologi Klassen adalah : (a) sektor prima meliputi sektor pertambangan dan penggalian; sektor industri pengolahan; sektor listrik, gas dan air bersih; sektor bangunan/konstruksi; sektor perdagangan, hotel dan restoran; sektor jasa-jasa; (b) sektor potensial meliputi sektor pertanian; sektor angkutan dan komunikasi; sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan. Klasifikasi sub sektor pertanian di Kabupaten Pacitan berdasarkan Tipologi Klassen adalah : (a) sub sektor prima meliputi sub sektor perkebunan dan sub sektor perikanan; (b) sub sektor potensial meliputi sub sektor tanaman bahan makanan dan sub sektor peternakan; (c) sub sektor berkembang meliputi sub sektor kehutanan. Strategi pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Pacitan terdiri dari strategi jangka pendek yaitu memanfaatkan sub sektor pertanian prima (sub sektor perkebunan dan sub sektor perikanan) seoptimal mungkin untuk meningkatkan pendapatan daerah Kabupaten Pacitan dan mengupayakan sub sektor pertanian prima agar tetap prima, strateginya yaitu dengan mempertahankan laju pertumbuhan dan kontribusi sub sektor terhadap PDRB Kabupaten Pacitan agar tidak menurun dengan cara: sub sektor perkebunan berupa penggunaan bibit unggul, bimbingan pemasaran hasil perkebunan, dan penyebarluasan informasi pasar; sub sektor perikanan berupa subsidi pakan ikan kepada petani kecil, pemberian pakan alternatif, peningkatan daya beli masyarakat, pemberian pinjaman tanpa bunga kepada petani/nelayan; mengupayakan sub sektor pertanian potensial (sub sektor tanaman bahan makanan dan sub sektor peternakan) agar menjadi sub sektor pertanian prima, strateginya yaitu dengan meningkatkan laju pertumbuhan sub sektor dengan cara: sub sektor tanaman bahan makanan berupa peningkatan produksi, subsidi pupuk kepada petani kecil, pembangunan/perbaikan saluran irigasi; sub sektor peternakan berupa peningkatan produksi peternakan, peningkatan daya beli masyarakat, dan pengembangan hijauan makanan ternak. Untuk strategi jangka menengah yaitu mengupayakan sub sektor pertanian berkembang (sub sektor kehutanan) menjadi sub sektor pertanian potensial, strateginya yaitu dengan meningkatkan kontribusi sub sektor terhadap PDRB Kabupaten Pacitan dengan cara: peningkatan produksi, penebangan hutan secara teratur, penghijauan/reboisasi, dan rehabilitasi lahan kritis. Untuk strategi jangka panjang alternatif pertama adalah pengembangan sub sektor pertanian prima (sub sektor perkebunan dan sub sektor perikanan), strateginya yaitu mempertahankan laju pertumbuhan dan kontribusi sub sektor terhadap PDRB Kabupaten Pacitan agar tidak menurun dengan cara: rehabilitasi kesuburan lahan melalui gerakan penerapan pupuk organik, penanaman pohon bakau di sekitar pantai, pembuatan terumbu karang, peningkatan sumber daya petani dan penyuluh. Alternatif yang kedua adalah pengembangan sub sektor pertanian potensial (sub sektor tanaman bahan makanan dan sub sektor peternakan) agar menjadi sub sektor pertanian prima, strateginya yaitu meningkatkan laju pertumbuhan sub sektor dengan cara: pemanfaatan limbah tanaman bahan makanan untuk pakan ternak dan limbah ternak sebagai pupuk untuk tanaman bahan makanan, peningkatan sumber daya petani dan penyuluh, penetapan daerah sebagai penghasil komoditi unggulan.

Perdagangan dan Jasa

Sektor Perdagangan dan Jasa

3. Feb, 2015
Selama tahun 2011 Kantor Pelayanan Perijinan Kabupaten Pacitan menerbitkan 969 Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP). Menurut golongan usaha Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) terbesar yang diterbitkan adalah pedagang kecil sebanyak 929 SIUP, disusul pedagang menengah sebanyak 38 SIUP dan pedagang besar sebanyak 2 SIUP.

Penyelenggaraan Wajib daftar perusahaan bedasarkan bentuk perusahaan terbesar adalah PO sebanyak 931 perusahaan(96,08%), disusul oleh CV sebanyak 33 perusahaan (3,41%), PT sebanyak 4 perusahaan (0,41%) dan lainnya sebanyak 1 perusahaan (0,1%).

Harga rata-rata sembilan bahan pokok (sembako) di Kabupaten Pacitan tahun 2011 hampir semunya mengalami kenaikan dibanding dengan tahun 2010, kenaikan harga sembako terbesar adalah jagung pipilan yang naik sebesar 29,17% dari Rp. 3.000,- menjadi Rp. 3.875,-. Harga sembako termahal adalah daging sapi sebesar Rp. 70.000,-.
Harga komoditas ini mengalami kenaikan sebesar 7,69% dibandingkan dengan tahun 2010 sebesar Rp. 65.000,-.
Jumlah koperasi di Kabupaten Pacitan tahun 2011 terdapat sekitar 428 koperasi dengan jumlah anggota sebesar 59.243 orang dan jumlah karyawan sebesar 355 orang. Dari koperasi yang ada, sebesar 366 unit (85,51%) kondisi aktif dan sisanya sebesar 62 unit dalam kondisi pasif (14,49%). Jumlah modal ditahun 2011 mencapai  103,25 milyar rupiah dan volume usaha mencapai 95,24 milyar rupiah. SHU yang didapatkan selama tahun 2011 mencapai 4,57 milyar rupiah.
Pendapatan daerah Kabupaten Pacitan diantaranya berasal dari pajak dan retribusi daerah. Realisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah selalu meningkat dari tahun 2006-2011. Realisasi penerimaan pajak sendiri tahun 2011 sebesar 32,12 milyar rupiah atau memberikan retribusi daerah sebesar 191,47 juta rupiah atau memberikan kontribusi sebesar 0,59%.
Masyarakat Kabupaten Pacitan sudah mulai banyak yang mengikuti asuransi. Di Kabupatan Pacitan terdapat 2 kantor asuransi yaitu PT. Asuransi Jiwa Sraya  (persero) dan AJB Bumiputera 1912. Dari dua jenis asuransi yang ada selama tahun 2011, terbanyak mengambil asuransi jiwa sebesar 1.517 dengan nilai sebesar 1,86 milyar rupiah. Sedangkan untuk asuransi beasiswa terdapat 514 polis dengan nilai sebesar 808,9 juta rupiah.

Sektor Pacitan

Berbicara kekuatan pendukung pembangunan Pacitan, sektor – sektor pariwisata, sektor perikanan, sektor industri, sektor pertambangan, dan sektor perkebunan menjadi kekuatan yang akan mendukung proyek pembangunan Pacitan masa depan. Analisisnya adalah bahwa sektor – sektor tersebut saat ini menjadi sektor yang paling prospek diantara sektor riil lainnya. Kemudian juga masih didukung dengan kekuatan SDM masyarakat Pacitan yang notabene adalah pekerja keras.
Dari sisi ekonomi, bisa juga menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan Pacitan. Karena menurut data tahun 2009, Pacitan memiliki pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dibanding pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur, dimana saat itu pertumbuan ekonominya mencapai 6,07%, sedangkan Jatim lebih rendah yakni 6,01%. Sementara untuk pertumbuhan PDRB mencapai Rp 6,12 juta meliputi sektor pertanian 37,29%, pertambangan 3,77%, dan jasa 20,7%[1].
Dari sektor pertambangan, Pacitan memiliki daerah pertambangan yang mempunyai prospek yang cerah, karena di beberapa tempat di Pacitan, terdapat tambang – tambang yang mempunyai nilai jual yang tinggi. Berdasarkan kondisi dasar, topografi, struktur dan jenis batuan yang 85 % merupakan bagian seluruh wiyaha Kabupaten Pacitan, ternyata di dalamnya banyak mengandung bahan tambang yang melimpah. Adapun bahan tambang yang ada dengan klasifikasi golongan A, golongan B dan golongan C yang sampai saat ini pengelolaannya masih dirasakan belum optimal karena terbatasnya sarana dan prsarana pertambangn sehingga belum banyak memberikan kontribusi kepada peningkatan pendapatan mesayarakat yang akhirnya peningkatan pendapatan daerah. Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan oleh Dinas Pertambang Propinsi Jawa Timur menunjukkan adanya sebaran, luas areal, bersarnya cadangan serta kualitas bahan galian yang ada di Kabupaten Pacitan sejumlah 33 jenis bahan tambang.
Dari sektor pertanian, selain yang sudah dibedah di bab sebelumnya,  salah satu komoditas yang unggul yakni ubi kayu dengan produksi mencapai 594 ribu ton yang tersebar di Kecamatan Donorojo, Punung, dan Kebonagung. Untuk komoditas holtikultura, Pacitan memiliki potensi pengembangan buah jeruk yang tersebar di Kecamatan Arjosari, Tegalombo, dan Nawangan. Target pengembangan tanaman jarak hingga mencapai 4.000 hektar juga menjadi kredit poin. Pengembangan tanaman sumber energi alternatif ini akan dilakukan diseluruh wilayah kabupaten. Saat ini luas lahan tanaman jarak baru mencapai 800 hektar. Terdapat di enam wilayah kecamatan. Yakni Kecamatan Donorojo, Punung, Pringkuku, Kebonagung, Tulakan dan Sudimoro. Kecamatan Donorojo menjadi daerah dengan luasan lahan tanaman jarak terbanyak, mencapi sekitar 100 hektar.
Di kecamatan Tegalombo, Nawangan dan Arjosari juga digencarkan pengembangan hewan ternak sapi potong. Selain itu, Pacitan memiliki satu produk unggulan terbaik di Jatim,  yakni pengembangan susu kambing PE. Kualitas susu ini memiliki khasiat dapat meningkatkan vitalitas tubuh serta menjaga kesehatan. Pengembangan susu PE ini berada di Kecamatan Nawangan.
Dari sektor perikanan, selain komoditi utama yang sudah diekspor seperti yang sudah dijelaskan dalam bab 4, Pacitan memiliki potensi pengembangan ikan tuna yang berada d Kecamatan Donorojo. Ini perlu peningkatan kuantitas budidaya dan saat ini di wilayah tersebut membutuhkan kapal dengan kapasitas 7-10 gross ton. Penguatan sektor perikanan tersebut juga masih ditambah dengan upaya pembangunan pelabuhan barang dan niaga di Teluk Nggelon, Plumbungan Kecamatan Kebonagung. Pelabuhan tersebut nantinya akan menyamai pelabuhan yang telah dimiliki Semarang (Tanjung Mas) dan Surabaya (Tanjung Perak) di Pantai Utara. Diharapkan tentunya dengan keberadaan pelabuhan tersebut nantinya potensi perdagangan dan niaga di Pacitan dapat termanfaatkan sehingga pertumbuhan dan pendapatan masyarakat makin tinggi.
Adapun potensi wilayah laut adalah sebesar kurang lebih 84.4330 ton pertahun, dengan perincian ikan dasar (demesral) 24.577 ton, ikan pelagis 98.310 ton, sejenis udang mencapai kurang lebih 2.220 ton pertahun (8,22 %) berupa Lobster ground yang mempunyai nilai jual tinggi. Potensi budidaya laut yang potensial dikembangkan di Teluk Segoro Anakan di Kecamatan Ngadirojo seluas kurang lebih 400 Ha, yang digunakan untuk budidaya rumput laut mencapai 64 unit rakit dan budidaya ikan kerapu. Dari sektor perikanan lainnya, yaitu potensi budidaya air payau mencapai luas lahan potensial kurang lebih 866 Ha yang dikembangkan di Desa Kembang, Desa Watu Karung, Desa Sidumulyo dan Hadiwarno; sedang di Desa Watukarung telah dirintis 1,00 Ha. Kemudian masih dari sektor perikanan, potensi usaha budidaya air tawar yang dikembangkan di perairan umum yaitu kolam seluas kurang lebih 0,88 Ha, tadah hujan lebih 5,58 Ha melalui budidaya keramba jaring apung dan penebaran jenis ikan di Telaga, pusat pelelangan ikan (TPI) di Kabupaten Pacitan.
Dari sisi SDM, Pacitan memiliki karakter SDM yang menjadi faktor penguat proyek pembangunan Pacitan masa depan. Karakteristik orang – orang Pacitan sejak dulu adalah karakter  petualang , fighter, pekerja keras, dan memiliki karakter kepemimpinan yang hebat. Analisis ini dibuat karena kita melihat sejak awal babad tanah Pacitan ini ada, sudah terjadi karakterisasi masyarakat Pacitan, terutama dalam konteks diskursus pembentukan karakter masyarakat. Orang – orang seperti Ki Buwono Keling, Ki Ageng Petung, Ki Ageng Posong, yang menjadi founding Father Pacitan, adalah bukti sahih betapa memang jiwa petualang, fighter, dan har worker itu sudah terinternalisasi dan mengkarakter di jiwa masyarakat Pacitan.
Hal ini masih ditambah dengan beberapa fakta yang menunjukkan, betapa banyaknya putra Pacitan yang menjadi tokoh – tokoh besar Indonesia, mulai dari zaman trah Pangeran Diponegoro, sampai era sekarang ada Pak Haryono Suyono, Presiden SBY, dan beberapa tokoh lainnya, dari tokoh politik sampai tokoh pendidikan. Ada satu fakta menarik bahwa sekilas tentang studi orang – orang besar tersebut terbentuk karena memiliki karakteristik pekerja keras dan bermental pemimpin.
Studi tentang karakter masyarakat Pacitan tersebut, menjadi satu potensi SDM yang kedepan ketika Pacitan akan lebih mendunia, perlu kiranya budaya pembentukan karakterisasi kepemimpinan generasi muda Pacitan ini segera digulirkan. Hal ini menjadi satu kekuatan tersendiri yang menjadikan Pacitan yang kota kecil itu akan besar seiring banyaknya orang yang membesarkannya. SDM tersebut, selain kokoh kesejarahan personalnya, juga harus memiliki andil mensejahterakan Pacitan sebagai kota kelahirannya.
Peluang dari sektor Pariwisata Pacitan sangat menjanjikan, seperti yang dijelaskan di bab sebelumnya, bahwa obyek wisata di Pacitan mampu bersaing dengan Pariwisata di daerah yang lain bahkan manca negara, ini cukup beralasan, karena obyek wisata yang ada cukup beragam dan mempunyai ciri khusus dan nilai lebih dibanding dengan daerah lainnya. Potensi Pariwisata di Kabupaten Pacitan meliputi Wisata Pantai, Wisata Goa, Wisata Budaya/ Religius, Wisata Rekreasi, Wisata Industri. Berikut adalah bagan tempat wisata yang tersebar di beberapa tempat di Kabupaten Pacitan.


[1] Data yang diperoleh dari Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Pacitan http://pacitankab.go.id
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com